SANGKULIRANG, Info Benua – Akhirnya, upah kerja dokter spesialis di RS Pratama, Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim) meningkat. Peningkatan angka pada upah kerja tersebut, lantaran pengabdian para dokter hingga di pelosok pedalaman Kutim. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hasanal, selain menjadapt insentif Rp30 juta dari pemerintah pusat, dokter spesialis di RS Pratama juga masih mendapat insentif tambahan dari Pemkab Kutim Rp10 juta. “Sesuai program pusat, dokter spesialis harus mengabdi di rumah sakit pelosok. Mereka akan mendapat insentif diluar gaji dari pemerintah pusat seniai Rp30 juta, dan ditambahkan Rp10 juta. Jadi total mereka dapat insentif Rp40 juta,” katanya. Sesuai kebutuhan dan syarat berdirinya RS Pratama, maka harus ada 4 dokter spesialis di RS tersebut. Empat dokter spesialis tersebut, yakni dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis bedah dan spesialis kandungan, kemudian ditambah seorang dokter spesialis anastesi. “Saat ini RS Pratama Sangkulirang baru mendapat bantuan seorang dokter anak. Saya berharap pada Agustus ini kembali mendapatkan seorang dokter spesialis penyakit dalam,” ujarnya. Sementara untuk dokter spesialis bedah, lanjut dia, spesialis kandungan dan anastesi, masih harus menunggu datangnya peralatan bedah yang telah diajukan Dinkes Kutim melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kutim 2017. “Ini kan program wajib kerja bagi sarjana dokter spesialis sesuai program pemerintahan Jokowi bahwa dokter spesialis wajib mengabdi pada rumah sakit pinggiran dan terpencil. Dengan bantuan dokter spesialis ini, pemerintah pusat juga meminta timbal balik hal apa yang bisa diberikan pemerintah daerah kepada dokter spesialis,” ungkapnya. Dijelaskan dia, dalam nota kesepahaman atau Momorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani antar Pemerintah Kutim dengan Kementrian Kesehatan belum lama ini, bahwa pemerintah Kutim menyanggupi akan memberikan insentif sebesar Rp 10 juta kepada setiap dokter spesialis yang nantinya bekerja di RS Pratama Sangkulirang. Sementara gaji dokter spesialis ini langsung diberikan oleh pemerintah pusat sebesar Rp 30 juta. Selain melakukan MoU terkait pemberian insentif kepada dokter spesialis tersebut, Pemerintah Kutim juga menambahkan fasilitas transportasi dan termasuk tempat tinggal bagi dokter spesialis yang bekerja di RS Pratama Sangkulirang nantinya. “Dengan penghasilan yang lumayan besar, tentu para dokter tidak boleh membuka praktek mandiri diluar jam tugasnya sebagai dokter di RS Pratama Sangkulirang. Mereka wajib standby melayani masyarakat yang datang berobat ke RS Pratama Sangkulrang,” pungkasnya. IM

SANGATTA, Info Benua – Tersangka dugaan korupsi proyek percetakan sawah anggaran APDN tahun 2014 sekitar Rp 11.8 milliar, BJ, akhirnya diamankan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta, Kutai Timur (Kutim) pada Kamis (3/8) siang. Dalam 20 hari ke depan, BJ akan mendekam di jeruji besi, untuk memperlancar proses penyelidikan. Diketahui, BJ merupakan oknum pegawai Dinas Pertanian Kutim. Didampingi pengacaranya, Arianto SH, BJ terlebih dulu menjalani pemeriksaan ulang diruang penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejari Sangatta. Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta, Mulyadi, sebagaimana telah diamanatkan undang undang (UU) KUHP pasal 21, dikwatirkan tersangka dapat melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana, maka tersangka harus diamankan. “Saat ini ada penyerahan barang bukti dan tersangka dari penyidik kepada penuntut umum. Berdasarkan pemeriksaan selama ini dari penyidikan, maka penuntut umum mengambil keputusan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka hingga 20 hari kedepan,” kata dia. Dijelaskan Mulyadi, dalam UU itu dimungkinkan dan diberikan kewenangan penuntut umum untuk dilakukan penahanan terhadap tersangka. Sehingga, tidak ada alsan BJ untuk menolak. Dugaan korupsi tersebut berhasil menambah daftar kerugian negara, dari kasus tersebut berdasarkan hasil audit BPKP sebanyak Rp 4,33 milliar. Dalam kasus ini pihak kejaksaan telah menyita puluhan barang bukti berupa dokumen, buku tabungan, stampel kelompok tani, dan labtop tersangka. Sementara uang hasil korupsi belum sepeserpun di kembalikan oleh tersangka. Namun, tersangka berjanji kepada pihak kejaksaan akan mengembalikan uang tersebut dalam waktu dua minggu kedepan. “ini hanya masih berbentuk berita acara pemeriksaan. Sampai saat ini masih BJ, tapi tidak menutup kemungkinan dipersidangan akan berkembang, apakah itu dari saksi maupun dari tersangka,” imbuhnya. Sebelumnya, BJ diketahui telah memangkas uang kelompok tani untuk keperluan pribadi. BJ juga mengaku jika uang sebesar Rp 4,33 milliar dinikmati sendiri oleh tersangka. Untuk menetukan tersangka baru, harus ada alat bukti baru baik itu berupa dokumen maupun dari keterangan saksi atau tersangka. Nantinya, jika berkas pekara lengkap, tersangka akan dibawa ke Pengadilan Tipikor Samarinda untuk menjalani persidangan, termasuk menitipkan BJ ke Rutan Samarinda selama persidangan berlangsung. IM  

BENGALON, infobenua.id, PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menggelar rapat perencanaan (Raper) program corporate social responsibility (CSR), seperti pada tahun-tahun sebelumnya.  Raper

SAMARINDA, Info Benua – Jalan poros Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tepatnya di KM 40, Kelurahan Sunggulan, Kecamatan Sebulu, Kukar, nyaris putus lantaran diterjang longsor. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama hampir satu tahun, namun tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah setempat. Dikatakan salah seorang warga setempat, Udin (40), kondisi jalanan tersebut sangat meresahkan lantaran banyak pengendara motor yang jatuh. Tidak hanya itu, longsoran tanah di sekitar jalan juga membuat jalan semakin kotor dan licin apabila terkena hujan. “Jalan longsor ini sudah lama, kurang lebih satu tahun sudah. Sampai sekarang belum ada kabar mau diperbaiki,” ujarnya. Selama ini, lanjut dia, jalan tersebut kerap membuat pengendara kendaraan mengalami kecelakaan. Tidak hanya pengendara motor, tapi juga mobil. “Banyak yang kecelakaan di sini, sudah sering. Tapi tidak sampai parah,” ujarnya. Pantauan di lapangan, jalan tersebut memang longsor. Bagian-bagian longsor yang tak bisa dilalui kendaraan ditutupi dengan terpal. Agar tidak terjadi kecelakaan, warga bergantian melakukan pengaturan lalu lintas. “Kami sudah sering mendatangi kantor camat, tapi masih nihil. Dulu pernah ada petugas perusahaan swasta yang survey dan foto-foto kondisi jalan. Tapi stop sampai di situ belum ada kelanjutannya hingga sekarang,” ungkapnya. Warga sekitar berharap, jalan tersebut segera diperbaiki. “Semoga pemerintah bisa segera mengupayakan perbaikan,” harapnya. GS