JAKARTA, Info Benua – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UI Gabungan  dari BEM FMIPA U1, BEM FIK dan juga BEM FIA UI melaksanakan aksi didepan Gedung DPR RI, Kamis (28/9). Mereka menuntut pemerintah agar Setya Novanyo selaku Ketua DPR RI agar segera di turunkan dari Kursi anggota DPR RI. Skandal kepemimpinannya karena terlibat Skandal Korupsi e-Ktp dan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK,  dianggap merusak citra buruk bangsa. Dikatakan Ketua Aliansi UI Beraksi, Zaadit Taqwa menegaskan Kasus e-KTP yang  disebut  sebagai kasus mega korupsi di Indonesia dengan jelas merugikan negara.  Dari total anggaran sebesar 5.9 Triliun, sekitar 2,7 Triliun di korupsi. KPK sebagai lembaga yang berwenang dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus e-KTP.  “Meski sudah ditetapkan tersangka, tapi ada tersangka yang belum ditahan. Padahal yang bersangkutan diduga menerima aliran dana e-KTP sebesar 574 Miliar,” ungkapnya. Dijelaskan dia, tersangka tersebut adalah Setya Novanto, yang sampai saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPR RI 2014-2019.  Untuk itu, pihaknya meminta agar Setya Novanto dapat terciduk dan segera dipenjarakan. “Sebagai tersangka sudah sepatutnya ia ditahan untuk menjalani proses hukum yang berlaku agar penuntasan kasus e-KTP dapat terselesaikan,” tegasnya. Dalam aksi yang dilakukan, Aliansi UI juga membawa sebuah Kursi Roda yang digunakan untuk menjemput Setya Novanto yang informasinya sedang terbaring sakit di salah satu Rumah Sakit Swasta di Jakarta. (AKURAT)

SAMARINDA, Info Benua – Ratusan Warga Kalimantan Timur (Kaltim) yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB), menuntut revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD). Pasalnya, RUU dianggap tidak adil untuk warga Kaltim.