Selasa 7 Desember 2021 - 14:02,

oleh

Fraksi Annur Meminta Pasien Covid19 Diberi Bantuan Saat Isoman

 

INFO BENUA.ID, Bontang – DPRD Kota Bontang menggelar rapat paripurna terkait pandangan umum fraksi – fraksi terhadap raperda Kota Bontang tentang APBD tahun anggaran 2022, kegiatan digelar digedung DPRD Kota Bontang, Jalan Bessai Berinta Kelurahan Bontang Lestari, Bontang, Kalimantan Timur, Senin (18/10/2021).

M. Irfan mewakili Fraksi Amanat Nurani Rakyat (Annur) dalam pandangannya meminta pemerintah memberikan bantuan kepada pasien Covid-19 yang terpapar dan sedang menjalani isolasi mandiri karena tidak bisa bekerja dan beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Selain itu, Fraksi Annur meminta pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19 dapat difokuskan pada program strategis penguatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran.

“Postur anggaran harus memperhatikan situasi pandemi yang kemungkinan masih akan terjadi ditahun 2022. Baik dibidang penanggulangan dampak ekonomi, pendidikan maupun kesehatan dan penyediaan jaringan pengaman sosial,”sebutnya.

Menjawab pandangan umum fraksi Annur, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyampaikan, dalam postur anggaran RAPBD tahun 2022 khususnya program pada bidang Kesehatan telah mengakomodir kebijakan untuk penanggulangan dampak Pandemi Covid-19.

Namun demikian, sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 910/4350/SJ tentang kebijakan dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2022 khususnya terkait alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanggulangan Covid-19, memerlukan pembahasan lebih lanjut antara pemerintah dengan DPRD.

“Terkait pemulihan ekonomi pada prinsipnya Pemerintah sangat sependapat dan mengapresiasi saran tersebut. Oleh karena itu kebijakan terkait telah menjadi bagian prioritas dalam program-program yang dilaksanakan perangkat daerah terkait sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat,”terangnya.

Selain itu, kata Najirah, program pemberian bantuan kepada pasien Covid-19 pada tahun ini telah dilaksanakan dan menjadi bagian dari strategi penanggulangan Covid-19 di tahun 2022.

Pihaknya bersyukur bahwa hingga tanggal 18 Oktober 2021 jumlah pasien Covid yang menjalani perawatan di RSUD tinggal 3 orang dan pelayanan di pemusatan karantina di Rusunawa telah ditutup sejak tanggal 3 September 2021 karena sudah tidak ada pasien covid yang memerlukan fasilitas tersebut. Penulis :  HR

News Feed