oleh

Jasno Incar 6 Kursi DPRD Samarinda

INFOBENUA-SAMARINDA-Paska dikukuhkan sebagai nahkoda ketua DPD PAN Samarinda periode 2021-2025 di Hotel Mercure Samarinda 12 Oktober 2021, Jasni Sp menargetkan  penambahan dua kursi di DPRD Samarinda dari sebelumnya hanya meraih 4 kursi di pemilu 2019 lalu.

Baginya, mendapat amanah sebagai ketua DPD PAN Samarinda, merupakan langkah awal untuk membawa PAN lebih signifikan memperoleh suara hingga jadi pemenang di pemilu 2024 mendatang.

Selesai dikukuhkan, Jasno segera tancap gas melakukan Rapat Kerja Daerah atau Rakerda dalam rangka penyusunan siasat perolehan target 6 Kursi DPRD Kota. Rakerda juga akan jadi penyusunan struktur saksi saksi di tiap TPS SE Kota Samarinda.

Target 6 Kursi di DPRD adalah strategi idealis bagi PAN. Sebab menurut anggota Komisi III DPRD ini, pihaknya tidak muluk muluk menentukan impian tetapi tidak rasional. Bagi Jasno tambahan 2 kursi adalah keputusan ideal yang mereka harus capai. “Partai partai lain pasti juga menyusun strategi untuk perolehan signifikan, jadi persaingan ketat, sehingga kita target biasa biasa saja seusai kemampuan kita,” ujarnya merendah usai dilantik.

Alasan hanya tambah kursi 2 dari 4 yang saat ini di DPRD kota Samarinda sebab menurutnya perolehan suara PAN berdasar pengalaman naik turun. Dari 2004 hingga 2009, perolehan suara PAN terus menurun, sehingga di pemilu legislatif 2024 mendatang pihaknya akan allout menyusun strategi untuk mendongkrak suara di setiap cabang.

DPP PAN menginstruksikan 2022 tahun depan, PAN sudah mulai melakukan penjaringan kader calon anggota DPRD yang potensial. PAN akan mulai melakukan pengkaderan balon legislative ditiap PAC dan basis RT. Demikian halnya calon anggota TPS juga dirumuskan tahun depan. “Kita memiliki waktu 3 tahun lagi menyusun strategi pemenangan,”katanya.

Kader kader potensial yang akan disasar Jasno di kepemimpinannya adalah condong ke kader potensial muda milenial. Alasannya golongan ini memiliki tenaga energik dan basis yang banyak dikalangan generasi muda.

Pihaknya tak mau fokus terjebak dengan kader yang mengandalkan Ketokohan dan kekuatan dana serta sudah tua tua. “Banyak duit kalau tidak laku di masyarakat untuk apa?,” Demikian Jasno tegas.

Setiap dapil akan dipersiapkan caleg yang potensial dan punya basis suara yang kuat. Namun demikian pengurus PAN akan memberikan rambu kepada para balon Caleg untuk melakukan kordinasi dan kroschec soal basis. Pasalnya dikawatirkan akan timbul siteru sesama kader Balon Pileg jika berebut sama sama klaim suara. “Regulasi ini kita tetap pantau dan arahkan jangan sampai sesama kader bertikai gara gara perebutan basis suara,” terang Jasno lagi.

Sebagai catatan, di era kepemimpinan Jasno periode sebelumnya yakni 2019, suara PAN di Samarinda pada pileg mencapai 34.000 suara. Padahal selama ini suara PAN hanya mampu bermain diangka paling tinggi 18.000 hingga 20.000 suara saja. Makanya wakil DPRD PAN saat ini mendapat 5 kursi. Itupun jika tidak kalah sengketa suara di MK pada pileg 2019 PAN mendapat 6 Kursi.

jasno membentuk ranting tiap RT untuk kebutuhan 1 TPS sepuluh pemilih. Strategi itu akan otomatis mampu meraih target jika seluruh TPS di Samarinda PAN mampu konsisten meraih paling sedikit 10 orang per TPS.

Sedangkan soal perolehan suara caleg. Menjadi tanggung jawab masing masing caleg untuk mencari suara di dapil masing masing.*

Penulis **Anisa

News Feed