oleh

Novan Syahrony Pasie, Beri Tanggapan Soal Program Pemkot Samarinda Tentang Normalisasi SKM.

 

 

 

INFO BENUA. Id -SAMARINDA- Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda Novan Syahrony Pasie, tanggapi program Pemkot Samarinda untuk melakukan Normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), sebagai upaya pencegahan banjir.

 

Banjir yang kian marak terjadi dalam kurun waktu yang tak dapat di prediksi dan meluapnya SKM yang berada dikawasan Gang Nibung, Jalan Dr.Soetomo yang kerap meluap, menjadi masalah tersendiri dalam usaha penanganan banjir yang tak kunjung usai.
Dalam hal ini Novan Syahrony Pasie mengatakan, jika sebelum normalisasi perlu melakukan pembebasan lahan di pinggiran sungai dahulu, agar mempermudah proses normalisasi yang di lakukan.

“Untuk normalisasi itu adalah salah satu langkah tepat untuk penanganan banjir, karena SKM sedimentasinya itu cukup tinggi,” ujar Novan.

Jika terjadi air pasang, beberapa titik SKM di Kota Samarinda akan mengalami penguapan hingga menutupi akses transportasi masyarakat, dan menimbulkan kemacetan.

“Di sana itu memang daerah rendah, makanya selain pelebaran sungai, tapi juga harus dilakukan pengerukan di wilayah Gang Nibung,” ucapnya.

Diketahui, ada sekitar 99 bangunan yang akan terkena dampak rencana pembebasan lahan, dari data yang di dapatkan.

Namun sebelum itu, saat ini Pemkot sedang melakukan pendataan dan verivikasi data biaya santunan bagi warga di kawasan tersebut. Hal inn di lakukan agar tak ada data santunan yang double ketika mendapatkan santunan.

Novan pun berharap, jika Pemkot perlu tegas dalam mengatasi banjir dan menyelesaikan segala bentuk penyebab banjir. Ia beranggapan, apabila SKM tidak dinormalisasi maka efek yang akan terasa akan semakin besar.

“Kita berharap Pemkot segera tuntaskan itu, agar gak ada lagi yang di rugikan. Makanya perlu untuk menormalisasi, maksud pemerintah itukan untuk mengurangi banjir,”pungkas novan.

Penulis : abi/zul.

News Feed