oleh

Tradisi Baru Seremoni Pelepasan Purna Tugas di Gubernuran Kaltim

INFOBENUA-SAMARINDA- Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap PNS yang memasuki masa pensiun atau tugas purnabakti dengan melakukan upacara pelepasan atau perpisahan kepada para pejabat dan PNS yang sudah selesai masa bertugasnya sebagai abdi Negara.
Penghargaan dalam bentuk acara seremonial dan di lepas gubernur dan wakilnya ini merupakan tradisi baru dibangun di lingkup Sekdaprov Kaltim, yang selama ini belum diberlakukan kepada pejabat manapun yang memasuki masa pensiun.
Namun kali ini sebagai kegiatan perdana, Pemprov Kaltim memberikan penghargaan kepada Fajar Djojohadikusumo dengan menggelar acara pelepasan purnatugas di Ruang Pertemuan Pandurata Kantor Gubernur Kaltim.

Fajar akan mengakhiri tugasnya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) dengan jabatan terakhir Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim.
Hadir Wagub Hadi Mulyadi dan sejumlah pegawai Sekretariat Daerah Prov Kaltim. Acara pelapasan dirangkai dengan pengumuman kenaikan pangkat per 1 Oktober 2021 dan penyerahan 5 sertifikasi untuk pemenuhan 17 standarisasi LPSE.
Saat seremoni pelepasan Fajar diwarnai pemutaran video jejak rekam yang bersangkutan mulai dari PNS biasa, hingga selama menjadi pejabat Pemprov Kaltim. Ditampilkan pula biodata pendidikan dan pelatihan Fajar. Selain Fajar, ada 6 orang ASN lingkup Sekretariat Daerah Prov Kaltim masuk purnatugas, yaitu Dra Rohmani, Dra Ediana Hediana, Azhar Rahman, Komarudin dan Alam Irwan Asmana Syaputra. Pelepasan terhitung 1 Oktober 2021.
Di samping itu disampaikan juga ucapan terima kasih kepada ASN yang meninggal dunia saat bertugas, yaitu Rahmana.

Pemerintah memberikan penghargaan dengan menaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi. Juga kepada Noor Albarakati yang baru saja meninggal dunia dinaikan pangkat setingkat lebih tinggi.\ Fajar sendiri mengaku kaget dengan adanya seremonial tersebut. Sebab sebelumnya belum pernah ada tradisi menyelenggarakan pelepasan seperti itu. Ketika ditanya apa yang akan dilakukan saat pensiun, Fajar mengaku sedih dan juga senang. “Sedih karena tidak lagi bisa becanda dengan teman-teman, tidak lagi dimarahi gubernur dan sekda. Senang karena mampu mengemban tugas dengan baik dan selamat,” tuturnya.
Fajar mengaku sudah siap tidak lagi dipanggil pak Karo (kepala biro). Sekarang dia siap dipanggil dengan namanya; Fajar. Dia minta maaf jika selama tugas pekerjaan sering gesekan dan tidak sepaham. Setelah purnatugas hal-hal ini dirindukan. Pengalaman ini perlu disampaikan, sebab PNS pasti akan ikuti jejaknya yakni pensiun.
Di ujung karirnya menjadi PNS, Fajar bisa memenuhi syarat sertifikasi layanan secara elektronik. Yaitu dengan 17 syarat dan sudah dilaksanakan syarat itu 13 sertifikasi layanan secara elektronik.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dalam sambutannya mengatakan, lima orang ASN yang memasuki masa pensiun tidak nampak wajah tua. “Artinya sehat. Yang meninggal itu takdir. Yang meninggal jantung, padahal sehat jadi harus hati-hati. Sehat tapi tidak sehat, olahraga, makan cukup seimbang dan bergizi,” ujarnya.
Wagub mengingatkan, bekerja bukan mencari pekerjaan tetapi jadikan karya yang bermanfaat bagi orang banyak. “Artinya tidak ada kata pensiun, tetapi harus berkarya yang bermanfaat, tidak saja semasa menjadi PNS, semangat kerja harus tetap hidup meski purnakarya,” ujar Wagub.*

Penulis*Anisa

Editor : Redaksi

News Feed