oleh

Makmur Kembali Didesak Fraksi Golkar Soal PAW

INFOBENUA-SAMARINDA-Makmur HAPK didesak , untuk  kesekian kalinya kolega Makmur HAPK di DPRD Kaltim yang berjumlah 20 orang kembali bersuara keras soal PAW Makmur dari jabatan Ketua DPRD Kaltim.

Makmur diprotes keras karena usulan dan aspirasi Fraksi Golkar agar agenda pembahasan Bamus soal PAW Makmur di kursi ketua DPRD segera di agendakan.

Namun setelah sekian lama Makmur dinilai mengabaikan aspirasi itu, dan dianggap tidak menghargai pesan dan aspirasi para anggota fraksi Golkar di DPRD Kaltim.
Makmur HAPK sendiri seolah di keroyok seorang diri di DPRD Kaltim, dia sudah tidak didukung keberadaannya sebagai ketua DPRD Kaltim, dan dianggap sudah tidak layak menjadi ketua DPRD Kaltim.

Anehnya Makmur tetap bersikukuh tidak mengagendakan pembahasan Bamus dalam sliding paripurna pembahasan Raperda yang akan datang. Padahal hal inilah yang di kehendaki para koleganya di Fraksi Golkar DPRD Kaltim.
Andi Harahap, selaku ketua Fraksi DPRD Kaltim menyayangkan sikap Makmur tersebut yang dinilai mengabaikan aspirasi Fraksi Golkar. Makmur bahkan di tuding membuat suasana DPRD Kaltim tidak nyaman atas sikapnya yang tidak akomodatif terhadap keinginan koleganya.

. “Apa sih yang di inginkan kita tidak mengerti, kalo soal jabatan Ketua tetap ingin di sandang, teman teman fraksi kan hanya meminta Bamus diagendakan kedalam rapat pembahasan perda agar soal PAW ini di bicarakan, yang menentukan kan Mahkamah Partai, kalo Mahkamah partai putuskan Makmur menang ya jabatan itu kita kembalikan, tetapi harus juga jentelmen mundur kalo dinyatakan kalah,”papar Andi Harahap di Gedung E Rabu 29 September 2021.
Makmur memang terus “diteriaki” Fraksinya, segera mengikutkan agenda pembahasan Bamus ke persidangan rapat paripurna DPRD yang akan datang. Suhu Fraksi berlambang Beringin itu memang kian memanas sebab sudah berulang kali di lakukan rapat yang dibahas adalah hanya soal pengagendaan pembahasan PAW pada persidangan resmi DPRD yang tidak diagendakan Makmur hingga saat ini. Dalam Rapat Bamus Rabu 29 September 2021 di gedung E DPRD Kaltim saja, rapat tertutup fraksi Golkar diwarnai tensi yang tinggi. Ruangan yang tertutup rapat oleh pihak lain, termasuk wartawan terdengar keras sampai di luar ruangan.
Usai pertemuan, Fraksi Golkar , Syarkowi mengungkapkan, seharusnya fraksi tak perlu berpolemik kalau Makmur memahami keinginan fraksi Golkar.

Menurut Syarkowi, teman teman fraksi golkar hanya ingin Bamus yang membahas PAW di masukkan pembahasan resmi di Paripurna. Soal putusan Mahkamah partai menyatakan Makmur menang dalam persidangan, jabatan ketua dikembalikan ke dirinya kembali. “Kalau usulan Paripurna sudah diterima lantas putusan Mahkamah Partai nyatakan Makmur mampu pertahankan Jabatan Ketua, ya kita cabut usulan Bamus di paripurnakan,”kata Syarkowi
Sementara itu Hasanuddin Masud, fraksi Golkar lainnya mengungkapkan bahwa sikap Makmur HAPK yang enggan mengagendakan Bamus dalam pembahasan sidang Paripurna DPRD Kaltim dinilai telah merugikan partai golkar. Alasannya sebab segi moral nama partai dipermalukan karena selalu bikin rebut DPRD Kaltim yang tak berkesudahan. Kerugian lain, agenda agenda DPRD lain ikut terganggu akibat polemik dan menciptakan tensi panas di dalam gedung DPRD. “Kita berharap Makmur segera mengakhiri polemik ini, agar partai golkar dan kinerja DPRD tidak berkepanjangan,”terang Hasanuddin Masud.
Meski demikian Hasanuddin mengatakan Makmur HAPK sudah mengakui akan legowo menerima keputusan Mahkamah Partai. Tetapi fraksi golkar baru merasa puas jika pengakuan itu dituangkan dalam rapat paripurna DPRD, sehingga tidak dikawatirkan adanya manufer manufer lain dari yang bersangkutan untuk mempertahankan kedudukannya sebagai ketua DPRD.
Makmur sendiri di curigai akan memainkan opsi penyelamatan diri sebagai ketua dengan mengambil langkah dan jalur hukum lain yakni menyelesaikan persoalan dirinya melalui jalur hukum lain yakni Mahkamah Konstitusi atau MK. Kabar itu kini sedang menyeruak di kalangan anggota Fraksi Golkar. Makanya dalam persidangan Bamus Rabu 29 September 2021 di gedung E tensi peserta sdang sempat menegang.
Tetapi isu Makmur akan bermain di MK, sejauh ini belum pernah terlontar dari mulut Makmur meski indikasi itu yang memicu anggota Fraksi Golkar kian memanas. Makmur justru disebut sejumlah kolega lainnya, Makmur telah berjanji untuk memgikuti keputusan Mahkamah Partai, yang saat ini sudah berlangsung, meski memakan waktu yang sudah cukup lama, sejak aspirasi PAW itu pertama di dengungkan Oktober 2020 lalu.
Jalan panjang PAW Makmur juga ini masih berliku dan panjang. Anggota Fraksi harus berjuang keras untuk mewujudkan mimpinya itu. Saat ini meski Makmur sendirian memperjuangkan nasibnya di jabatan Ketua DPRD tetapi secara power administrasi aturan dia masih memiliki kewenangan untuk menolak atau mengikuti aspirasi pembahasan paripurna PAW terhadap dirinya. Hal inilah yang memicu anggota Fraksi kian berteriak lantang, meneriaki Makmur agar bisa di kunci pergerakannya melalui sidang pengesahan aspirasi melalui paripurna, menumpang agenda khusus persidangan resmi DPRD.
Hal tersebut di sampaikan wakil Ketua DPRD lainnya, Muhammad Samsun. Menurut Samsun, semua harus bersabar menanti keputusan tetapi tetap harus dijalankan mekanisme dan kesepakatan internal Golkar yang di sepakati Makmur. Keputusan harus diganti atau bertahan sebagai ketua DPRD Kaltim, menurut Samsun akan dikembalikan ke posisinya saat keputusan Mahkamah Partai telah turun. “Tapi kita minta agar semua berjalan dengan baik ,agar tidak ada kegaduhan didalam DPRD Kaltim,”ujar Samsun.(**Anisa)

News Feed