oleh

Proyek Gedung BKAD Kena Semprit Komisi III, di Penalti 5 % Dari Nilai Anggaran

INFOBENUA-SAMARINDA – Gedung BPKAD kaltim di jalan kusma bangsa mendapat semprit Komisi III DPRD Kaltim dalam sidak, Selasa 14 September 2021. Pelaksana proyek harus membayar penalti sebesar 5 % dari nilai bangunan atas keterlambatan proyek pembangunan Gedung BPKAD yang melewati target kontrak realisasi pelaksanaan, padah tahap pertama pembangunan.
Kontraktor pelaksana proyek tak sanggup menyelesaikan pembangunan tahap pertama hingga masa waktu target kontrak berahir.

Sedangkan kelanjutan pembangunan tahap kedua juga menyisakan kekawatiran terhadap penyelasiannya mengingat ahir tahun 2021 sudah akan berahir kurang lebih tiga bulan kedepan, yang artinya aplikasi APBD tahun berjalan akan segera tutup buku dan seluruh proyek proyek tahun berjalan juga segera berahir.
Atas keadaan tersebut, komisi III DPRD kaltim memberikan tenggak waktu tiga minggu kedepan pelaksana proyek bisa memastikan proyek menggunakan APBD 2021 ini segera di selesaikan kejelasan pelaksanannya.
Selasa 14 September 2021 tadi, rombongan Komisi III turun gunung melakukan sidak terhadap beberap proyek fisik yang berjalan. Inspeksi mendadak di lakukan ke 4 lokasi pelaksanaan proyek pembangunan gedung perkantoran pemerintah Provinsi Kaltim yang sedang berlangsung.
Dari 4 gedung yang di sidak, dua gedung di temukan memiliki rapor merah, yakni gedung BPKD di Jalan Kusuma Bangsa, yang kontrak pertamanya didenda sebesar 5 persen dari total anggaran, akibat tak sanggup menuntaskan pekerjaan proyek hingga target waktu pekerjaan yang ditentukan dalam kontrak berahir.

Kedua yakni proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Korpri di Sempaja yang jelang akhir tahun pengerjaan proyek tersebut dinilai lamban dan dikawatirkan akan meleset dari target kontrak penyelesaian yang ditentukan dalam kontrak perjanjian.
Sementera itu dua proyek pembangunan gedung lainnya, yakni Gedung B DPRD Kaltim dan proyek gedung Inspektorat di jalan Kadri Oening, sejauh ini dianggap aman untuk sementara waktu sebab berdasarkan analisa Komisi III, kesesuaian waktu dengan pengerjaan fisik bangunan dilapangan kedua proyek tersebut relevan hingga akhir anggaran tahun 2021 berahir Desember mendatang. “Kita Sidak untuk pengawasan saat proyek belum serah terima atau sementara dalam pengerjaan, sebab kita tak mau kecolongan lagi ditemukan fakta proyek bermasalahan setelah serah terima dilakukan, kita akan repot untuk melakukan anulir kalo sudah terlambat menemukan fakta itu,”kata Sarkowi V Zahry, anggota komisi III DPRD Kaltim
Langkah pengawasan proyek Komisi III DPRD kaltim yang biasanya melakukan peninjauan pengawasan kwalitas dan pelaksanaan proyek paska pembangunan, kini dirubah konsepnya dilakukan dengan sistim sidak yang dilaksanakan saat kegiatan proyek sedang berlangsung.

Komisi III beralasan, sidak dilakukan sebelum penyerahan agar kesalahan dan kwalitas proyek yang melanggar kontrak bisa segera diantisipasi dan dianulir. “Kita kewalahan memberikan kritik dan proteksi jika tidak dari awal kita melakukan pengawasan,”kata Sekretaris Komisi III, H Baba saat Sidak berlangsung.
Memang strategi peninjauan proyek wakil Rakyat kaltim kini sedang di robah strateginya dengan lebih banyak melakukan kunjungan sidak. Langkah itu ditempuh mendeteksi lebih dini kekurangan kwalitas saat proyek sedaang berjalan. Sidak dilaksanakan sesuai surat pemberitahuan pemerintah terkait soal pengerjaan sejumlah proyek fisik di Kaltim
Dan terbukti lumayan efektif sebab sidak Komisi III ini berhasil mendeteksi dua proyek pembangunan Gedung yang harus disikapi pemerintah, yakni proyek BPKAD dijalan Kusuma Bangsa yang ditemukan tidak tuntas sesuai target kontrak yang berakibat pada finalti, harus membayar 5 persen dari harga total nilai proyek, dan kedua adalah proyek pembangunan Rumah Sakit Korpri di Jalan Sempaja yang harus di pantau ketat mengingat ahir tahun akan segera berahir sementara pembangunan fisiknya masih jauh dari target penyelesaian. “Proyek Rumah Sakit di kawatirkan tidak tuntas hingga akhir 2021 ini,”kata H Baba Lagi.

Penulis. : Anisa

News Feed