oleh

Salehuddin Dukung Percepatan Vaksinasi Anak 12-17 Tahun

INFO BENUA.id.SAMARINDA – Virus covid-19 menyerang keseluruhan lapisan masyarakat, dan yang paling berpotensi adalah anak-anak serta ibu hamil. Pemerintah pusat baru-baru ini mengeluarkan kebijakan tentang pencegahan yakni dengan melaksanakan vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun.

Dimana kebijakan ini telah dijalankan oleh pemerintah provinsi yang ada di sekitaran Jawa dan Bali, dengan kasus penularan tertinggi.

Menanggapi hal tersebut, Salehuddin sekertaris komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan dukungan kebijakan tersebut, dan ia juga mendorong pemerintah provinsi (pemprov) Kaltim untuk segera merealisasikan hal tersebut.

” Saya rasa vaksinasi terhadap anak-anak ini perlu, dan mungkin tak hanya dua daerah itu saja, daerah-daerah lain itu juga perlu,” Bebernya, Minggu (18/7/2021).

Dukungan yang disampaikan bahwa dukungan tersebut berasal dari hati nuraninya. Karena ia menyadari jika virus varian delta kini telah memasuki daerah Kaltim, dimana menurut penelitian virus dengan varian delta lebih cepat menular

Selain itu peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19 kian meroket, angka kematian tak hanya menyasar pada orang dewasa, namun juga anak-anak.

Sekedar informasi, jumlah anak-anak yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kaltim sendiri sebanyak 58,41 persen per 2021, angka yang lebih tinggi ketimbang tahun 2020. Hingga saat ini yang masih dirawat di ruang isolasi rumah sakit sebanyak 626 kasus.

Peningkatan drastis kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada anak dirasakan pada minggu ketiga dan keempat Juni 2021. Pada minggu ketiga, mulai 14–20 Juni 2021, ada 71 kasus anak-anak yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Lalu minggu keempat, mulai 21–27 Juni sebanyak 307 kasus
Usia anak rentan terpapar hingga terkonfirmasi positi Covid-19 paling banyak berada di atas 7 – 12 tahun kemudian anak-anak berusia 16-18 tahun dan ketiga anak usia 12-15 tahun.

“Saya tidak tahu juga varian apa yang sangat dominan berkembang sehingga anak-anak dan ibu hamil turut rentan,” ungkapnya.

Meskipun untuk di Kaltim kebijakan itu belum ada, namun besar harapan wakil rakyat daerah pilih (dapil) Kutai Kartanegara ini kebijakan tersebut dapat segera direalisasikan juga oleh pemerintah daerah.

“Harapan saya tidak terlalu lama kebijakan itu bisa terealisasi. Karena kalau melihat lonjakan kasus covid-19 sekarang yang juga meyasar anak-anak. Kalau dulu manula, lansia, orang dewasa di atas usia 40 tahun sekarang justru ibu hamil dan anak-anak juga rentan,” pungkasnya

Reporter dan Editor : Tim Redaksi

 

News Feed