oleh

Wacana Pajak Sembako, Sutomo jabir Sebut Bakal Picu Inflasi dan Efek Domino

 

INFO BENUA.id . SAMARINDA Sutomo jabir menilai adanya wacana dari pemerintah pusat untuk memberlakukan tarif pajak, salah satunya pada jasa pendidikan dan sembako, justru akan memicu inflasi dan memberikan efek domino

Rencana tersebut yang termuat dalam draf revisi kelima Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir menyebut situasi pandemi seperti ini banyak masyarakat yang mengalami kesulitan, terutama dalam hal ekonomi. Sebab efek dari pandemi sudah menyebabkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan bahkan dipecat dari perusahaan.

Memang tidak semua sembako akan dikenakan pajak. Di mana terdapat klasifikasi tertentu untuk masyarakat golongan atas, menengah, dan ke bawah. Kendati demikian, jika kebijakan ini benar direalisasikan maka akan dianggap kurang tepat. Sebab akan memicu inflasi dan efek domino.

“Efeknya kepada masyarakat sangat terasa, dengan kondisi ekonomi kita yang anjlok saat ini sangat membebani jka itu diterapkan,” ungkap Jabir sapaannya.

Menurutnya, masyarakat akan merasa terbebani karena dilatarbelakangi oleh pendapatan yang sangat minim semenjak adanya Covid-19 menyerang di Indonesia pada medio Maret 2020 silam. Banyak di antara mereka yang harus rela di-PHK dan masih berjuang mencari pekerjaan lain.

“Saya pikir sembako ini kebutuhan pokok masyarakat yang mestinya pemerintah harus memberikan subsidi untuk rakyat” lanjut politisi PKB ini.

Legislator asal daerah pemilihan (dapil) VI yang meliputi Bontang-Kutim-Berau itu juga menyebutkan bahwa secara nasional PKB pun dengan tegas menolak rencana pemberlakuan pajak untuk sembako. Pun dirinya turut menolak wacana itu. Berhubung masih wacana, Jabir berharap pemerintah pusat bisa mengkaji dan menimbang kembali perihal pajak itu.

“Saya secara pribadi melihat kondisi masyarakat saat ini tidak layak dan tidak cocok jika pemerintah memungut pajak dari sembako,” tutupnya.

Editor  : Redaksi

Reporter : Tim Redaksi

News Feed