oleh

Cegah Kelangkaan Tabung Oksigen, Dewan Minta Pemprov Antisipasi

 

INFO BENUA – SAMARINDA – Meningkatnya angka yang terkonfirmasi positif covid-19 secara nasional menimbulkan dampak tersendiri bagi ketersediaan tabung oksigen.

Masyarakat berbondong-bondong memburu dan menstok tabung oksigen maupun isi ulang sebagai antisipasi dari pemaparan covid-19. Hal tersebut mengakibatkan kelangkaan tabung oksigen maupun isi ulangnya dipasaran.

Menyikapi hal tersebut, Sekertaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin mengatakan bahwa dirinya telah meminta pada Pemprov Kaltim untuk senantiasa siaga mengantisipasi sarana dan prasarana yang berkaitan dengan covid-19.

” Kami sudah minta pada pemprov untuk mengasesment tiap level kenaikan maupun penurunan di tiap-tiap Kabupaten/kota, termasuk juga sarana dan prasarana,” kata Salehuddin, Minggy (18/7/201).

Selai itu dirinya juga menghimbau pemerintah daerah untuk menyediakan opsi lain, sebagai antisipasi dari penuhnya ruang-ruang perawatan covid-19 di Kaltim.

” Mengingat dikarenakan lonjakan pasien yang terkonfirmasi positif di Kaltim membuat beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 mengalami full kapasitas maupun tenaga kesehatan,” Bebernya.

Kemudian, ia juga memaparkan embarkasi asrama haji di Batakan dapat diarahkan menjadi alternatif untuk menampung pasien isolasi mandiri atau beberapa kasus orang tanpa gejala (OTG).

“Saya pikir mau tidak mau, termasuk untuk mengantisipasi kelangkaan oksigen. Harapannya pemerintah daerah juga mengantisipasi hal itu jangan sampai terjadi kelangkaan seperti yang terjadi di Jogjakarta dan beberapa kabupaten atau kota di Tangerang,” ucapnya.

Kendati demikian, ia menyebut, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya untuk sementara stok oksigen di Kaltim masih aman.

Disaat bersamaan, Salehuddin juga berharap agar lonjakan kasus pandemi Covid-19 yang terjadi selama beberapa pekan terakhir segera mengalami penurunan. Pasien-pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 segera sembuh dan dapat kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat.

Mengingat selama tahun 2021 terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 tidak hanya di Kaltim namun seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Sebagai informasi dan catatan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim mengalami kenaikan dengan total 90.116 kasus. Hal ini membuat setiap kabupaten/kota di Kaltim diselimuti zona merah.

“Mudah-mudahan minggu depan ada proses penurunan lon jakan,” pungkasnya.

Reporter : An

Editor       :  Redaksi 02

News Feed