oleh

KPU Samarinda, Simulasikan Masalah Lapangan Dan Berikan Solusinya

KPU Samarinda, Simulasikan Masalah Lapangan Dan Berikan Solusinya

INFOBENUA, Samarinda – KPU Kota Samarinda, berikan contoh penyelesaian masalah yang dihadapi dalam pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Dalam kegiatan simulasi pemungutan suara yang diselenggarakan serentak se-Indonesia, KPU Kota Samarinda memberikan bentuk masalah yang akan di hadapi oleh KPPS, dan cara penyelesaiannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisiober KPU Kota Samarinda, Muhammad Firman. Bahwa dalam simulasi yang akan berlangsung nanti, selain akan diperlihatkan tata letak sesuai protokol Covid-19. Panitia juga akan memberikan contoh masalah dan penyelesaiannya.

“Pemilih yang bersuhu tubuh diatas 37 derajat, akan diberikan bilik khusus untuk melakukan pencoblosan,” ujarnya

Kemudian ia kembali mengatakan bahwa jika terdapat pemilih yang tidak memiliki C-pemberitahuan, namun membawa e-KTP dan namanya masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Maka pemilih diberikan izin untuk melakukan pencoblosan

“Jika terdapat pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak menggunakan masker, maka panitia KPPS akan memberikan masker. Namun jika masker yang tersedia telah habis, pemilih tidak menggunakan masker di haruskan pulang ke rumah untuk mengambil masker,” ucapnya, Sabtu (21/9/2020)

Saat kegiatan berlangsung, dan dipandu oleh pembawa acara yang menjelaskan simulasi pemungutan suara. Terkait pemilih yang datang ke TPS dengan membawa C-pemberitahuan dan namanya terdaftar di DPT, namun tidak membawa e-KTP. Maka pemilih diminta untuk pulang ke rumah mengambil e-KTP.

Lebih lanjut Firman menegaskan bahwa dalam simulasi yang berlangsung, tidak ada namanya keberpihakan.

“Kami membuat surat suara, yang di desain sebanyak 6 paslon. Agar menghindari adanya asumsi terkait perolehan suara d TPS nanti, dan keberpihakan penyelenggara,” imbuh firman.

“Sehingga 6 paslon yang di desain tersebut, telah kami rubah dengan gambar wayang, dengan demikian diharapkan adanya simulasi ini dapat membantu mempermudah dalam menjalankan proses pemilihan pemungutan suara pada 9 Desember 2020 mendatang,”

Wartawan: Dincut

News Feed