oleh

Wawali Rahmad Mas’ud Minta Polisi Melacak Kelompok Gay di Kota Balikpapan

Balikpapan, Info Benua — Pemkot Balikpapan meminta jajaran kepolisian melacak kelompok gay yang belakangan menghebohkan jagat dunia maya Balikpapan.

Kabar tersebut sampai ke telinga Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Saat ditemui wartawan di base ops Lanud usai menjenguk korban gempa dan tsunami Sulteng, Rahmad tegas menolak keberadaan kelompok tersebut.

“Kami minta jajaran aparat kepolisian melacak kelompok itu. Karena pasti jelas, agama sudah pasti melarang. Saya atas nama Pemkot, tak ingin azab Allah itu terjadi di Balikpapan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rahmad meyakini bahwa masyarakat Balikpapan akan berpikiran sama dengan pemerintah kota. Khususnya menolak adanya kelompok gay tumbuh dan berkembang di kota berjuluk Madinatul Iman.

“Saya yakin semua warga pasti akan berpikir dan bertindak seperti apa yang kami lakukan. Bahwa komunitas itu tak boleh ada di Balikpapan,” katanya.

Pemberitaan sebelumnya, jagat maya Balikpapan dihebohkan dengan adanya grup Facebook ‘Kumpulan Pin Gay Balikpapan’

“Jelas saya sebagai warga Balikpapan resahlah dengan adanya grup seperti itu. Semoga bisa ditindaklanjuti aparat keamanan,” kata Dani, warga Balikpapan.

Ironisnya, grup publik itu beranggotakan 2.941 akun. Apakah hal itu dapat diartikan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tumbuh berkembang di Balikpapan, masih belum diketahui pasti.

Namun informasi tersebut, sudah sampai ke telinga pucuk pimpinan Kepolisian Resort Kota Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra. Menurutnya masih dalampenyelidikkan apa aktivitasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat, menyatakan telah menerima instruksi Kapolres, untuk segera melakukan penyelidikan.

“Perintah beliau lidik. Saat ini kita tahap lidik keberadaan dari grup (Facebook) gay tersebut,” tuturnya.

Saat ditanya delik hukum, Makhfud enggan mengomentari hal tersebut. Pihaknya bakal mefokuskan diri mengumpulkan keterangan, sambil melakukan investigasi lebih dalam.

Kendati demikian, lanjut Makhfud, dari sudut pandang norma dan nilai kepatutan bermasyarakat jelas banyak yang menentang. Lantaran tak sesuai kesusilaan yang dipegang masyarakat Timur pada umumnya. (ru/tbn).

 

News Feed