oleh

KOPRI Komisariat UNU Kaltim Lakukan Penggalangan Dana untuk Palu dan Donggala

Samarinda, Info Benua – Memasuki sepekan bencana gempa yang memilukan Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, jumlah korban terus meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, hingga Kamis 4 Oktober 2018 pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami Palu mencapai 1.558 meninggal. Selain itu 113 orang hilang, 2.549 orang luka-luka. 152 warga korban tertimbun, 65.733 rumah rusak dan 70.821 warga mengungsi ke berbagai daerah.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut saat ini, empat kecamatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah masih terisolasi akibat gempa dan tsunami.

Peristiwa yang memilukan itu membuat seluruh masyarakat Indonesia, bahkan seluruh warga dunia dari manca negara, tergugah.  Semua tergerak hatinya untuk menolong dan meringankan beban saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang sedang terkena musibah tersebut.

Para pelajar dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tak ketinggalan pula,  berinisiatif melakukan penggalangan dana demi untuk mereka yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Seperti Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) memberikan dukungan kepada KOPRI Cabang Samarinda– dalam hal ini KOPRI Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Kalimantan Timur, turut melakukan aksi penggalangan dana disejumlah tempat.

Mereka aktif bergerak di lapangan mengumpulkan dana dengan dimotori oleh Mildayanti dan Hadija, terhitung sejak Senin (01/10/2018).

“Dana yang terkumpul seluruhnya akan diserahkan kepada Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII),” terang Mildayanti.

“Kami sebagai mahasiswa UNU Kaltim, merasa sangat prihatin dengan bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Palu dan Donggala. Ini merupakan kewajiban kita semua untuk menolong sesama yang sedang tertimpa musibah,” kata Hadija. (as).

 

News Feed