oleh

Gelar Pelatihan Wartawan, BI Hadirkan Ganjar Pranowo

SAMARINDA, Info Benua – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sukses mencuri perhatian sebanyak 580 wartawan daerah se-Indonesia dengan memamerkan Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Sistem tersebut merupakan formula canggih untuk menekan inflasi di Provinsi Jateng, yang sudah sukses terbukti.

Ganjar kemudian mempresentasikan kecanggihan fitur Sihati pada giat pelatihan wartawan daerah dari seluruh Indonesia, yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, 19-22 November 2017.

Dikatakan Ganjar, Sihati memberi kemudahan bagi para pelaku usaha untuk mempertahankan harga-harga pasar. Tidak hanya berguna bagi pasar konvensional, Sihati juga berguna bagi pengusaha online.

“Kita membutuhkan informasi cepat dan akurat. Dengan fitur Sihati, informasi harga dab barang langsung bisa diakses. Mudah,” kata dia.

Ganjar menjelaskan, Jateng merupakan provinsi penghasil bawang putih dan cabai merah. Faktanya, dua komoditas tersebut malah kerap mendatangkan masalah. Sehingga, Pemerintah Jateng berupaya mencari solusi dari tiap masalah yang mempengaruhi pasar.

“Memang ini tidak mudah, tapi hasilnya sudah bisa dilihat. Bawang putih dan cabai merah yang menjadi komoditas utama juga sering bermasalah. Tapi sekarang bisa diatasi,” jelasnya.

Menurut dia, Sihati merupakan sistem yang teruji baik. Ditambah lagi kerjasama beraama Bank Indonesia (BI), Pemerintah Jateng akhirnya bisa menekan inflasi selama beberapa tahun terakhir.

“Kita dibantu BI dan semua masalah langsung teratasi. Jadi tidak perlu khawatir. Demikian juga di daerah lain, selalu ada inovasi untuk menekan inflasi,” sebutnya.

Terlepas dari itu, pelatihan wartawan bersama BI merupakan agenda rutin tahunan yang digelar untuk menambah wawasan dan peran media dalam pemberitaan berbasis ekonomi.

Selain Ganjar, acara juga dihadiri oleh Pimpinan Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Yoga Affandi, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Iskandar Sonorangkir dan Pengamat Ekonomi, Lana Soelistyoningsih.

Deputi Direktur pada Departemen Komunikasi, Dwi Mukti Wibowo, mengatakan kegiatan pelatihan wartawan merupakan ajang silaturahmi BI dan wartawan seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut difungsikan untuk menambah wawasan wartawan dalam memberitakan masalah-masalah ekonomi dan BI di daerah masing-masing.

“Kegiatan ini berasal dari 34 Provinsi yang menjadi stakeholder dari 46 kantor perwakilan Bank Indonesia. Ini merupakan agenda tahunan,” katanya.

Pihaknya sengaja mendatangkan tokoh-tokoh ekonomi terbaik, untuk memberi arahan dan menjadi motivator perbaikan ekonomi daerah. Dipastikan, kegiatan tersebut mampu menambah nilai jual wartawan dalam mengemas nilai berita.

“Pelatihan di Jakarta sudah 2 kali. Tahun ini memang agak besar karena 34 Provinsi ada semua. Bukan rahasia, BI membutuhkan wartawan untuk bersosialisasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Dwi berharap, kegiatan tersebut berdampak baik bagi setiap wartawan dalam menulis berita-berita ekonomi.

“Media massa memiliki peran mengawasi kebijakan yang dikeluarkan otoritas dan sebagai salah satu pilar demokrasi. Kita tentu berharap kegiatan ini berdampak baik bagi kami dan semua wartawan yang ikut,” pungkasnya.

Komentar

News Feed