oleh

Muntahan Paus Ditawar Miliaran Rupiah, Tapi Sukadi Belum Mau Menjualnya

Samarinda, Info Benua — Sukadi, nelayan warga Desa Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Bengkulu, tak pernah menyangka bakal mengalami nasib sangat mujur. Ketika sedang melaut mencari ikan, Sukadi tanpa sengaja menemukan muntahan ikan paus mengambang di lautan.

Muntahan ikan paus itu ditemukan di laut sekitar Pulau Enggano, Bengkulu Utara pada 2 November lalu. Dia lalu membawa pulang temuan itu ke Kaur. Benda itu ditemukan Sukadi dalam kondisi mengapung di tengah Samudra Hindia.

Sukadi mengatakan, awalnya ia tidak tahu bahwa benda yang mengapung itu adalah muntahan paus. Ia berinisiatif mengecek titik koordinat menggunakan global positioning system (GPS). Sukadi mengira benda yang bertebaran itu adalah limbah. “Saya cek GPS, saya kira itu limbah, lalu saya pungut dengan harapan membersihkan laut dari limbah,” ucapnya.

Namun, saat benda tersebut ia kumpulkan di perahu lalu dibawa ke darat, baru diketahui jika itu adalah muntahan paus.
Sukadi juga tidak mengetahui bahwa benda tersebut bernilai mahal. Ia tahu setelah ia mengecek di video Youtube. “Saya baru sadar, yang saya temukan itu adalah muntahan ikan paus bernilai mahal, maka hebohlah. Kalau saya biasa saja tidak heboh, tetapi orang lain banyak yang heboh,” ujarnya.

Tak dinyana, sampai 9 November, muntahan paus seberat 150 kg yang telah dikumpulkannya ditawar orang seharga Rp3,3 miliar atau Rp22 juta per kilonya. Tetapi, hingga kini kini Sukadi belum menjual muntahan tersebut karena masih mempertimbangkan harga yang paling pas.

” Saat menemukannya saya bagai mimpi. Karena tahu itu berharga, saya kumpulkan dan masukkan dalam perahu. Saat itu juga ada teman-teman lain. Awalnya muntahan paus saya simpan di Pulau Enggano,” cerita Sukadi.

Sukadi mengatakan muntahan ikan paus tersebut terapung di laut mengikuti arus berjejer. Bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti buah dan bulat. Ada yang kecil dan besar. Kini di rumah Sukadi masih tersisa 200 kilogram lagi.

Warna muntahan ikan paus yang ditemukan Sukadi putih bercampur kuning. Kalau dipegang seperti lilin. Muntahan ini jarang ditemukan dan sangat langka. Biasanya muntahan ikan paus ini digunakan untuk bahan pembuat parfum.

” Kalau ada yang nawar lebih mahal akan saya lepas. Sudah banyak yang menghubungi saya, namun belum cocok harga. Saya ingin di atas Rp22 juta per kg, minimal Rp30 juta per kilo lah,” sambung Sukadi.

Dalam beberapa literatur, muntahan paus berharga cukup mahal per kilogramnya, puluhan hingga ratusan juta. Ambergris merupakan zat yang menumpuk di dalam usus paus. Lama menumpuk dalam perut paus, zat tersebut menjadi padat seperti lilin dan berbentuk bongkahan. Ambergris berbentuk solid seperti lilin dan mudah terbakar. Zat ini sangat baik digunakan sebagai bahan pembuat parfum. (*KB)

 

 

Komentar