oleh

Bontang Dikunjungi Juri Lomba Sekolah Sehat

Bontang, Info Benua — Pemerintah Kota Bontang menerima kunjungan tim penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Senin beberapa waktu lalu. Tujuh orang tim penilai tingkat Provinsi ini diantaranya utusan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia, Kementrian Agama, serta BPOM Kaltim.

Kunjungan dimulai sekira pukul 08.30 Wita di Taman Kanak-kanak (TK) Kuncup Melati, Jalan Cateliya PC VI PKT yang menjadi salah satu peserta lomba.Adapun peserta LSS tingkat provinsi lainnya, diisi oleh SDN 001 Bontang Utara, SMPN 3 Bontang Selatan dan MAN Bontang Utara.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang, Ahmad Suharto menerangkan bahwa pembinaan kesehatan di sekolah melibatkan berbagai sektor yang bersinergi dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat. “Dengan adanya lomba ini, diharapkan menjadi pemicu bagi sekolah dan perangkat daerah terkait untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan,” kata Suharto.

Suharto mangatakan salah satu instrumen penilaian ini adalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).Selain itu, semua komponen pun harus memenuhi standar yang telah disepakati misalnya sekolah harus memiliki tempat cuci tangan serta WC yang bersih.

“Tiap sekolah seharusnya memiliki suatu ruangan yang dimanfaatkan sebagi ruang UKS. Hal itu agar anak-anak dapat dicek kesehatannya secara berkala, misalnya melibatkan Puskesmas atau Rumah Sakit,” kata Ia.

Dengan demikian, lanjut Suharto, tenaga pendidik dapat melihat sejauh mana perkembangan para siswa didiknya.Ia pun berharap agar seluruh sekolah yang masuk ke tingkat provinsi ini dapat meraih prestasi memuaskan hingga tingkat nasional. Mengikuti jejak SD 2 YPK yang tahun lalu meraih juara dua nasional.

“Lomba sekolah sehat ini memang menjadi agenda tahunan. Semoga Kota Bontang dapat memberikan kesan yang baik kepada tim penilai serta kembali meraih prestasi ditingkat nasional,” ucapnya.

Pencapaian SD 2 YPK itu pun, lanjut Suharto, adalah hasil kerja sama serta sinergi unsur kelurahan dan instansi terkait hingga pengarahan langsung dari Walikota Bontang.

Sementara itu, salah satu tim penilai, Ahmad Baikuni mengatakan sebelum masuk tingkat provinsi, peserta lomba terlebih dahulu harus masuk seleksi mulai dari kecamatan dan kota.

“Jadi ada 39 instrumen yang akan dinilai dalam perlombaan ini. Isi instrumen pun sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Lomba ini untuk mencari juara yang akan mewakili provinsi Kalimantan Timur maju ke tingkat Nasional,” sebut tim penilai yang berasal dari Kementrian Agama Kaltim itu.

Baikuni melanjutkan, semua sekolah yang dinilai akan mewakili setiap tingkatan pendidikannya. Tiap tahun instrumennya pun tetap sama, namun ada poin tambahan yang diberikan saat proses penilaian karena ada riview khusus.

“Kunjungan ini juga sekaligus melakukan pembinaan. Mungkin dahulu misalnya got tergenang, sekarang tidak lagi. Cat pudar kemudian juga sudah tidak lagi.Akhirnya kualitasnya pun meningkat,” kata Baikuni.

Sejauh ini, tim penilai sudah berkunjung ke sekolah-sekolah yanga ada di Penajam Paser Utara, Paser, Balikpapan, Berau, Samarinda dan hari ini, di Kota Bontang.  (Adv)

 

Komentar

News Feed