oleh

Bupati Sampaikan Pidato Pada Sidang Paripurna Istimewa Dalam Rangka HUT Kutai Timur Ke-18

Sangatta, Info Benua – Bupati Kutai Timur, Ismunandar sampaikan Pidatonya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur Ke-18 pada Rapat Paripurna Istimewa I yang digelar diruang Sidang Utama DPRD Kutim, Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta, Selasa lalu.

Pada kesmpatan itu Bupati Kutai Timur Ismunandar menyampaikan, “Bahwa Peringatan Hari Jadi Kabupaten dijadikan moment sebagai sarana intropeksi diri, agar pondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu dapat dijadikan dasar dan pedoman, untuk menjawab tantangan kedepan terhadap berbagai persoalan serta merancang kebijakan pembangunan yang lebih baik.

Bupati menyebutkan, “Pada saat ini kita dihadapkan pada ketidakpastian kondisi ekonomi. Capaian pertumbuhan Ekonomi Nasional hingga triwulan II tahun 2017 hanya tumbuh 5,01 persen (year on year) kondisi ini berdampak pada menurunnya penerimaan daerah terutama dari dana bagi hasil (DBH).

Penurunan penerimaan daerah tersebut, secara langsung berpengaruh terhadap kinerja APBD Kabupaten Kutai Timur, tahun anggaran 2016 dan 2017, sehingga menyebabkan kemampuan fiskal Pemerintah kabupaten Kutai Timur menjadi lebih rendah.

Kecilnya kemampuan Fiskal tersebut harus disikapi dengan bijak dan diperlukan berbagain upaya, agar stabilitas penyelenggaraan Pemerintah dan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Kutai Timur tetap terjaga.

Meskipun kondisi Kabupaten Kutai Timur belum dalam posisi stabil, namun Ismunandar menyampaikan beberapa Kemajuan terhadap pelaksanaan pembangunan daerah antara lain :

  1. Angka kemiskinan cenderung menurun setiap tahun, baik persentase maupun angka absolut. Persentase penduduk miskin pada tahun 2016 sebesar 9,16 persen. Menurun dibandingkan tahun 2015 sebesar 9,31 persen.
  2. Pencapaian angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator komposit dari pembangunan sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli meningkat, dari 70,76 tahun 2015 menjadi 71,10 pada tahun 2016.
  3. Indikator Kesehatan masyarakat Kabupaten Kutai Timur, ditunjukan dengan Angka Harapan Hidup (AHH) yang meningkat dari 72,39 pada tahun 2015, menjadi 72,45 pada tahun 2016.
  4. Indikator Pendidikan Manusia Kabupaten Kutai Timur ditunjuk dengan angka Harapan Lama Sekolah yang meningkat dari 12,43 tahun 2015, menjadi 12,44 pada tahun 2016. Sedangakan untuk rata-rata lama Sekolah juga mengalami peningkatan dari 8,69 tahun 2015 menjadi 8,72 tahun 2016.
  5. Dalam bidang pemangunan Infrastruktur terutama jalan, air bersih dan listrik terus mengalami peningkatan :
  • Jaringan jalan pada tahun 2016 menjadi sepanjang 1.105,76 Km, dengan kondisi baik sepanjang 203,23 Km, rusak sepanjang 209, 01 Km, dan rusak berat sepanjang 361,98 Km.
  • Sampai tahun 2016 sudah terbangun Instalasi Penglolahan Air Bersih (IPA) pada semua Ibukota Kecamatan yang dioperasionalkan oleh PDAM.
  • Dari 141 Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Kutai Timur, seluruhnya telah telah dialri listrik, baik yang berasal dari PLN maupun Non PLN. Sampai tahun 2016 Desa yang telah terlayani listrik PLN sebanyak 29 Desa, sedangangkan 112 Desa adalah Non PLN. Sedangkan Rasio elektrifikasi telah mencapai 76% dan rasio KK tidak berlistrik 24% pada tahun 2016.
  1. Pembangunan di Bidang Pertanian dalam arti luas, pada sub sektor tanaman pangan ditujukan oleh produktifitas beberapa komoditas unggulan :
  • Padi sawah pada tahun 2015 produktifitas 49,56 Kw/Ha dan pada tahun 2016 menjadi 49,56 Kw/Ha.
  • Padi ladang pada tahun 2015 produktifitas 25,35 Kw/Ha dan pada tahun 2016 menjadi 25,57 Kw/Ha.
  • Jagung tahun 2015produktifitas 21,38 Kw/Ha dan pada tahun 2016 menjadi 21,53 Kw/Ha.
  • Ubi Kayu tahun 2015 produktifitas 139,78 Kw/Ha dan pada tahun 2016 menjadi 140,54 Kw/Ha.

Sub sektor perkebunan ditunjukan oleh perkembangan produksi sebagai berikut :

  • Produksi Karet tahun 2015 mencapai 628, 49 ton dan pada tahun 2016 menjadi 866,70 ton.
  • Produksi Kelapa Sawit tahun 2015 mencapai 6,24 ton, dan pada tahun 2016 6,20 juta ton.
  • Produksi Lada tahun 2015 mencapai 79,59 ton dan pada tahun 2016 menjadi 113,70 ton.
  • Produksi Kelapa tahun 2015 mencapai 631,51 ton pada tahun 2016 menjadi 977,15 ton.
  • Produksi aren tahun 2015 mencapai 208,87 ton pada tahun 2016 menjadi 242,59 ton.

Atas beberapa kemajuan terhadap penyelenggaraan Pemerintah dan Pelaksanaan pembangunan maka, Kabupaten Kutai Timur berhasil memperoleh beberapapenghargaan :

  1. Terbaik baik I bidang Perkebunan, dalam rangka HUT ke-60 Provinsi Kaltim.
  2. Dalam bidang keuangan, Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2016, mendapatkan penilaian dari BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan untuk target tahun 2017 tetap mempertahankan nilai tersebut.
  3. Penghargaan Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2016, sebagai Kabupaten paling potensial kategori infrastruktur, dengan indek potensi infrastruktur mencapai 71,37 dan Kabupaten Potensial dengan indeks 68,50.
  4. Penghargaan Mentri Tenaga Kerja Republik Indonesia dalam keberhasilan membina Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) pada sejumlah Perusahaan yang beroperasi wilayah kerja Kabupaten Kutai Timur, baik Perkebunan maupun Pertambangan.
  5. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dan MentrinPerhubungan Republik Indonesia, dibidang perhubungan darat tahun 2016 atas tertib berlalu lintas.
  6. Dalam Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah, Kabupaten Kutai Timur juga berhasil menunjukan eksistensinya sebagai pemenang Juara I, Tingkat Propinsi Kalimantan Timur dalam Anugerah Pangripta Nusantara Kerja Pemerintah Daerah.
  7. Penghargaan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) atas penilaian laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) dengan predikat Nilai B.
  8. Penghargaan dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Kategori Pemerintah Daerah byang berjasa dalam mebina kebudayaan daerah.
  9. Penghargaan dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan kategori Maestro Seni Tradisi.

(hms/kmfo/as).

 

 

Komentar

News Feed