oleh

10 Orangutan Tempati Pulau Orangutan Baru di Wahau

Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Samboja Lestari, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) membawa sepuluh ekor orangutan yang terdiri dari tujuh betina dan tiga ekor jantan ke Pulau Pra-pelepasliaran orangutan di Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), Rabu (6/9/2017).
Sepuluh orangutan tersebut menjalani sekolah hutan lanjutan di pulau buatan seluar 80 hektar. Nantinya, setelah program sekolah hutan berjalan lancar, mereka akan masuk dalam daftar pelepasliaran di hutan belantara.
CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite, memgatakan, untuk melepasliarkan orangutan, pihaknya masih membutuhkan hutan dan pulau-pulau besar untuk pra-pelepasliaran. Fungsi pulau-pulau tersebut untuk melatih fisik dan mental orangutan yang dulunya hidup di kandang. “Sebelum dilepasliarkan, orangutan perlu menjalani proses sekolah hutan. Di Samboja ada sekolah hutan 1 dan 2. Nah di Muara Wahau ini sekolah lanjutan. Pulaunya banyak pohon besar dan luasnya harus puluhan hektar. Setelah lulus, mereka tidak akan kaget hidup di hutan belantara,” kata Jamartin, Jumat (8/9/2017)
Diungkapkan Jamartin, masih banyak orangutan dewasa yang terpaksa hidup dikandang. Sebab, pihaknya tidak lagi mendapatkan hutan untuk pelepasliaran atau pulau buatan. “Hutan terus berkurang dan kalaupun ada, kami harus beli. Padahal kami masih sangat butuh untuk puluhan orangutan yang masih di kandang,” ungkapnya.
Beruntung, kali ini Jamartin bekerjasama dengan PT NAS, sebuah perusahaan sawit di Muara Wahau yang mau memberikan hutannya untuk pulau pra-pelepasliaran. “Kami dapat hutan dari PT NAS seluas 80 hektar. Kami lepaskan 10 ekor di pulau ini. Kalau sukses akan kami lepasliarkan lagi ke Hutan Kehje Sewen,”pungkasnya.

Komentar

News Feed