SAMARINDA, Info Benua – Jalan poros Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tepatnya di KM 40, Kelurahan Sunggulan, Kecamatan Sebulu, Kukar, nyaris putus lantaran diterjang longsor. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama hampir satu tahun, namun tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah setempat. Dikatakan salah seorang warga setempat, Udin (40), kondisi jalanan tersebut sangat meresahkan lantaran banyak pengendara motor yang jatuh. Tidak hanya itu, longsoran tanah di sekitar jalan juga membuat jalan semakin kotor dan licin apabila terkena hujan. “Jalan longsor ini sudah lama, kurang lebih satu tahun sudah. Sampai sekarang belum ada kabar mau diperbaiki,” ujarnya. Selama ini, lanjut dia, jalan tersebut kerap membuat pengendara kendaraan mengalami kecelakaan. Tidak hanya pengendara motor, tapi juga mobil. “Banyak yang kecelakaan di sini, sudah sering. Tapi tidak sampai parah,” ujarnya. Pantauan di lapangan, jalan tersebut memang longsor. Bagian-bagian longsor yang tak bisa dilalui kendaraan ditutupi dengan terpal. Agar tidak terjadi kecelakaan, warga bergantian melakukan pengaturan lalu lintas. “Kami sudah sering mendatangi kantor camat, tapi masih nihil. Dulu pernah ada petugas perusahaan swasta yang survey dan foto-foto kondisi jalan. Tapi stop sampai di situ belum ada kelanjutannya hingga sekarang,” ungkapnya. Warga sekitar berharap, jalan tersebut segera diperbaiki. “Semoga pemerintah bisa segera mengupayakan perbaikan,” harapnya. GS  

SAMARINDA, Info Benua – Meledaknya kasus pungutan di SD Negri 016 Sungai Pinang, menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Sejumlah anggota DPRD bahkan telah melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut. Dari fakta di lapangan, para anggota dewan mengaku kecewa dengan pelayanan penerimaan siswa baru di sana, para anggota DPRD Kota bahkan mendapatkan laporan tentang pelayanan belajar mengajar yang tidak nyaman bagi semua murid yang ada. Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Sukamto, mengatakan pihaknya telah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda untuk mengevaluasi kasus pungutan di sekolah. Tidak hanya di SDN 016, tapi di semua sekolah di Samarinda. “Semua harus dievaluasi. Jangan sampai ada kasus serupa,” katanya. Pihaknya berharap, pendidikan di Kota Samarinda tidak lagi tercoreng dengan kasus-kasus pungutan. Save