Langkanya Pupuk Bersubsidi DPRD Minta Pemprov Turun Tangan

0
52

Sebagaimana diketahui, pendistribusian pupuk yang tidak merata ke beberapa wilayah yang ada di Kaltara dianggap menjadi salah satu faktor penyebab sektor pertanian di provinsi termuda ini tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Anggota Komisi II DPRD Kaltara, HJ.Yetna Widiyani mengungkapkan bahwa sejumlah kecamatan mengaku kesulitan mendapatkan pupuk. Hal tersebut jelas menghambat aktivitas petani.

“Untuk pertanian yang jadi masalah itu pupuk, itu yang sering langka masuk ke ,” ujarnya kepada media ini beberapa waktu lalu.

Yetna –sapaan akrabnya, juga menduga adanya kesalahan pada proses penyaluran pupuk bersubsidi tersebut.

“Mungkin dari provinsi ini sudah cukup kuotanya. Hanya yang disubsidikan ke bawah itu kita tidak tahu. Itu perlu dilacak, sehingga para petani ini kurang mendapatkan pupuk,” imbuhnya.

Lanjut, dia menjabarkan salah satu contoh kasus yang terjadi di salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan. Dimana masyarakat lebih memilih membeli pupuk Malaysia meski harganya jauh lebih tinggi. Sebab, mereka kesulitan mendapatkan akses untuk pupuk bersubsidi.

“Seperti di Sebatik itu mereka lebih banyak membeli ke sebelah (Tawau, Malaysia), walaupun harganya mahal, di sana gampang, tersedia. Sementara kita itu tidak ada,” tandasnya.

Yetna berharap, Pemprov Kaltara melalui dinas terkait dapat segera melakukan investigasi atas pendistribusian pupuk di Kaltara, dengan harapan dunia pertanian dapat terus berkembang pesat dengan sokongan penuh dari Pemerintah. (hms/adv).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here